Putrinya Depresi dan Bunuh Diri, Sang Ayah Justru Menantang Para Pembully Dengan Cara Ini

Amy Everett, seorang gadis 14 tahun mengalami depresi berat setelah menjadi korban bullying di dunia maya. Sayangnya, Amy memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dan meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat.

Ayah Amy, Tick Everett, lantas melakukan hal di luar dugaan dengan memberikan tantangan pada pembully, termasuk orang-orang yang sudah berani membully putrinya. Lewat sebuah postingan di akun Facebook, Tick tak hanya mengungkapkan rasa terima kasih pada semua pihak yang sudah memberikan dukungan moral pada keluarganya, tapi Tick juga mengundang para pembully untuk datang langsung ke pemakaman putrinya.

Hal ini dilakukan karena Tick ingin menunjukkan pada pembully tentang akibat dari apa yang sudah mereka lakukan. Tick juga ingin memberitahu banyak orang bahwa bullying bukanlah sesuatu yang sepele dan harus dihentikan.

“Bila kami dapat membantu hidup orang lain, maka kehidupan Doll (panggilan untuk Amy) tidak akan sia-sia. Aku tahu, bunuh diri dianggap sebagai tindakan pengecut, tapi aku jami bahwa orang-orang tidak akan punya setengah kekuatan yang dimiliki malaikat kecil kami. Doll memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang harus ia lakukan untuk menghindari kejahatan di dunia ini. Sayangnya, Dolly tidak akan pernah tahu luka dan kekosongan luar biasa yang ditinggalkan,” tulis Tick.

“Dalam hal ini, aku memberikan beberapa tantangan. Pertama, jika kebetulan ada orang—yang menganggap masalah ini sebagai lelucon dan menganggap diri mereka superior dengan melakukan bullying dan pelecehan secara terus-menerus—melihat pesan ini, datanglah ke pemakaman dan saksikan kehancuran total yang sudah kalian ciptakan.”

“Kedua, mari hentikan bullying di manapun juga, tapi terutama pada anak-anak kita. Seperti orang-orang bilang, kau tidak akan tahu apa yang kau miliki hingga kau kehilangannya.”

Postingan Tick pun langsung mendapat respon beragam dari para netizen dan sudah ribuan kali dibagikan. Pertanyaannya, apakah para pembully punya nyali untuk datang ke pamakaman Amy? Kalau tidak mau datang, berarti pembully memang cuma sekumpulan para pecundang.

%d bloggers like this: